Pada Malam Ke-7 :
Sayyidah Aminah melihat para Malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.
Pada Malam Ke-8 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan “Bahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Allah Subhanahu Wa Ta‘ala Pencipta Alam Semesta.”
Pada Malam Ke-9 :
Allah Subhanahu Wa Ta‘ala semakin mencurahkan rahmat belas kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sedih, susah, sakit, dalam jiwa Sayyidah Aminah.
Pada Malam Ke-10 :
Sayyidah Aminah melihat tanah Tha’if dan Mina ikut bergembira menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.
Pada Malam Ke-11 :
Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Malam detik-detik kelahiran Rosulullah, tepat tanggal 12 Rabi’ul Awwal jam 2 pagi. Dihari ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad) sedang bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta‘ala disekitar Ka’bah. Sayyidah Aminah sendiri dirumah tanpa ada seorangpun yang menemaninya.
Tiba-tiba beliau, Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat anggun, cantik dan jelita diliputi dengan cahaya yang memancar berkemilau serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.
Wanita pertama datang berkata, ”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Allah Adam ‘Alaihi Salam, ibunda seluruh umat manusia, aku diperintahkan Allah untuk menemanimu.”
Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaikan kabar gembira, “Aku adalah istri Nabi Allah Ibrohim ‘Alaihi Salam diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta‘ala untuk menemanimu.”
Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga, ”Aku adalah Asiyah binti Muzahim, diperintahkan Allah untuk menemanimu.”
Datanglah wanita keempat, ”Aku adalah Maryam, ibunda ‘Isa ‘Alaihi Salam menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.”
Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangan Sayyidah Aminah dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta‘ala dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.
Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa yang sangat indah berkilau saling beterbangan.
Detik berikutnya Allah Subhanahu Wa Ta‘ala bangun dari SinggasanaNya dan memerintahkan kepada Malaikat Ridwan agar mengkomandokan seluruh bidadari surga agar berdandan cantik dan rapih, memakai segala macam bentuk perhiasan kain sutra dengan bermahkota emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian surga yang harum semerbak ke segala arah. lalu trilyunan bidadari itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridwan, terlihat wajah bidadari itu gembira.
No comments:
Post a Comment